REAKSI SUBSITUSI
Reaksi subsitusi atau nama lainnya reaksi pertukaran
gugus fungsi atom. Dimana dalam reaksi subsitusi suatu atom atau gugus atom
yang ada dalam rantai utama akan meninggalkan rantai utama tersebut dan
nantinya tempat yang kosong tersebut akan digantikan oleh atom atau gugus atom
yang lain. Bila reaksi subsitusi melibatkan nukleofil, maka reaksi tersebut
disebut reaksi subsitusi nukleofilik (SN).
REAKSI SUBSITUSI NUKLEOFIFLIK
Reaksi
susbsitusi nukleofiflik terjadi jika reagen yang yang berperan adalah
nukleofil. Nukleofil adalah molekul
yang dapat menyumbangkan sepasang elektron membentuk ikatan Dimana pada rekasi ini dapat melalui dua macam
mekanisme, yaitu SN1
dan SN2.
Gambar
0.1
MEKANISME REAKSI
SUBSITUSI NUKLEOFILIK SN2
Terdapat
dua macam cara dalam menentukan subsitusi nukleofilik yaitu mekanisme SN1 dan mekanisme
SN2. Kali ini akan
dibahas mengenai mekanisme raksi subsitusi nukleofilik SN2. Jenis raksi yang berguna adalah reaksi subsitusi nukleofilik bimolekuler atau
disebut reaksi SN2.
Simbol SN2 menunjukkan “
subsitusi, nukleofilil biomolekuler”.
Reaksi subsitusi Mekanisme SN2 adalah proses satu tahap yang dapat digambarkan
sebagai berikut:
\
Nukleofil menyerang dari belakang ikatan C-X. Pada
keadaan transisi, nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana
substitusi akan terjadi. Pada saat gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan
elektron, nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan pasangan
elektron dengan karbon. Notasi 2 menyatakan bahwa reaksi adalah bimolekuler,
yaitu nukleofil dan substrat terlibat dalam langkah penentu kecepatan reaksi
dalam mekanisme reaksi.
Tahapan reaksi substitusi nukleofilik bimolekuler, Nukleofil
menyerang dari belakang ikatan C — X. Pada keadaan transisi, nukleofil dan
gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana substitusi akan terjadi. Pada
saat gugus pergi terlepas dengan membawa
pasangan electron, nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan pasangan
elektron dengan karbon.
Mekanisme reaksi SN2 hanya terjadi pada alkil halida primer dan sekunder.
Nukleofil yang menyerang adalah jenis nukleofil kuat seperti -OH, -CN, CH3O-.
Serangan dilakukan dari belakang. Untuk lebih jelas, perhatikan contoh reaksi
mekanisme SN2 bromoetana
dengan ion hidroksida berikut ini.
Mekanisme SN2
masuk dari belakang dengan inversi :
Reaksi
antara bromoetana dengan ion hidroksida adalah salah satu contoh dari reaksi
subsitusi nukleofilik dengan jalan SN2.
Ion hidroksida mendekati ikatan
karbon yang mengandung halogen dari arah belakang, jadi dari arah berlawanan
dari halogen. Pada saat ikatan karbon-karbon oksigen terbentuk , ikatan
karbon-boron akan terlepas. Ketika ikatan ini terbentuk dan terlepas, tiga atom
atau gugus yang terikat pada atom karbon akan mengempis, membentuk sebuah
bidang dan pindah ke arah tempat berlawanan dari karbon menjauhi nukleofil yang
sedang terbentuk. Kita katakan bahwa molekul sedang mengalami pembalikan (inversi ) konfigurasi yang
dinamakan inversi walden, dimbil
dari nama ahli kimia yang menemukannya pada tahun 1895.
Mekanisme SN2
adalah penggantian dari “ gugus yang meninggalkan –leaving group “ oleh
sebuah nukleofil secara selangkah dari belakang. Mekanisme ini disebut reaksi biomolekuler karena menyangkut dua
partikel (molekul atau ion) dalam keadaan transisi dari langkah reaksi yang
paling lambat, langkah satu-satunya dari reaksi ini.
Mekanisme umum SN2
untuk alkil halida :
Gambar 0.4
Infersi
konfigurasi dari zat asal alkil halida kiral :
Gambar 0.5
1.
mengapa nukleofil
menyerang dalam keadaan transisi pada suatu substrat atau reagen?
2.
ketika nukleofil
melakukan transisi dan pada keadaan itu gugus dari substrat selanjutnya pergi
berasosiasi dengan karbon sehingga atom c mengalami subsitusi, pertanyaannya
jelaskan keadaan berasosiasi tersebut?
3.
Apa yang
dimagsud keadaan inversi yang terlihat karea adanya perubahan konfigurasi?





Nama saya, Melin Yohana Sitio (NIM A1C117038).
BalasHapusSaya akan coba menjawab dari permasalahan nomor 3. Yang dimaksud keadaan inversi yang terlihat karena adanya perubahan konfigurasi adalah Jika nukleofil menyerang dari arah belakang molekul substrat, ketiga gugus yang terikat pada atom karbon dengan hibridisasi sp3 berubah posisi menjadi datar pada keadaan transisi, kemudian membalik ke posisi yang lain (seperti payung yang kelewat terbuka). Peristiwa membalik ini disebut inversi.
Assalamualaiakum wr wb
BalasHapusSaya Enung Sundari nim A1C117956
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.1
Keadaan Transisi merupan keadaan dimana tingkat energi tertinggi di sepanjang koordinasi reaksi. Nukleofil sendiri memiliki banyak akan elektron yang membuat nukleofil secara selektif berikatan atau dengan menyerang muatan positif dari sebuah gugus kimia atau atom yang disebut gugus lepas (leaving group).
assalamu'alikum waruhmatulahi wabarokatuh, saya Aprilian prayoga(a1c117042) akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2, yaitu Pada reaksi substitusi nukleofilik atom/ gugus yang diganti mempunyai elektronegativitas lebih besar dari atom C, dan atom/gugus pengganti adalah suatu nukleofil, baik nukleofil netral atau nukleofil yang bermuatan negatif. semoga bisa membantu
BalasHapus